Kamis, 07 Mei 2015

Calo Penerima Anggota Polisi Ditangkap

2 komentar:
Surabaya-Perwira menengah Kepolisian Daerah Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Ernani Rahayu, dituntut hukuman 3 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, 7 Mei 2015.

Polisi wanita yang bertugas di Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Timur ini didakwa melakukan penipuan dalam tes penerimaan calon bintara 2014 di Polda Jawa Timur. Penipuan yang dilakukan Ernani dan terdakwa lainnya, Adi Wicaksono, menyebabkan kerugian para korban mencapai Rp 3,8 miliar.


Dipimpin oleh ketua majelis hakim Mustofa, Adi Wicaksono lebih dulu dituntut 3 tahun penjara dikurangi masa tahanan yang sudah dijalani. Jaksa menganggap Adi terbukti melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 378 junto Pasal 55 tentang penipuan.

Adapun Ernani juga dituntut sama karena dinilai terbukti menipu dan menerima uang total Rp 3,8 miliar dari para korbannya. Perempuan berkacamata itu juga diberi pemberatan oleh jaksa penuntut karena memberi keterangan berbelit-belit dan tercatat sebagai anggota Polri.

“Terdakwa Ernani terbukti meminta pada setiap calon Bintara untuk membayar biaya masuk Polri sebesar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta,” kata jaksa. Dia juga menjelaskan bahwa saat melakukan penipuan terdakwa mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara dan mempunyai banyak hotel di Bali.

Untuk memuluskan aksi tipu-tipunya Ernani juga mengaku kenal dengan para jenderal di Polda Jawa Timur yang bisa memasukkan calon bintara menjadi anggota Polri. “Padahal dari keterangan Polda Jawa Timur, terdakwa tidak masuk dalam panitia seleksi Calon Bintara Polri 2014,” ujar jaksa.

Penasehat hukum Ernani, Ruth Shebaria, keberatan dengan tuntutan jaksa. Menurutnya faktor-faktor pemberatan oleh jaksa kepada kliennya tidak masuk akal. Sebab Ernani selalu kooperatif dan tidak berbelit-belit dalam memberi keterangan.

Keberatan lainnya, kata Ruth, jaksa menganggap posisi kliennya sebagai anggota Polri sebagai faktor yang memberatkan dalam menjatuhkan tuntutan. “Kami akan buktikan di nota pembelaan. Gara-gara tidak bisa mendatangkan saksi kami juga tidak mendapat keringanan,” ujar Ruth kepada Tempo.

Sumber: AVIT HIDAYAT (Tempo.co)
Read More

Secuplik Pengalaman yang Diambil dari Mas "Pepeng"

2 komentar:

Selamat Jalan Mas "PEPENG"

Selamat jalan Mas Pepeng, hanya itu yang saya bisa katakan kepada almarhum dan keluarganya saat ini. Mas Pepeng atau Ferrasta Soebardi pernah sukses menjadi host program variety show ini yang dulu ditayangkan pada pukul 14:00 di layar RCTI. Program yang dulu tayang stripping Senin-Kamis/Jum’at ini berdurasi 1 jam dan waktu itu sangat digemari oleh para ibu-ibu karena temanya berhubungan dengan kebutuhan ibu-ibu seperti dialog tentang wanita, masak-memasak dan juga hiburan lagu. Warna Warni adalah salah satu program produksi RCTI dengan PT CIK (Citra Imaji Kreatif) disamping Kuis Piramida, Kuis Kata Berkait dan Kuis Kontak.


Saya bekerjasama dengan mas Pepeng saat menggantikan produser sebelumnya Mas Iwan Kurniawan dibawah koordinasi Executive Producer, Kang Ade Razif. Sangat menyenangkan memproduksi program ini karena saat itu suasana shootingnya santai dan ada band pengiring yang cukup lucu-lucu personelnya yaitu Arai Band dengan penyanyinya Lea Simanjuntak. Sayang saya belum sempat upload program komplitnya di youtube.

Mas Pepeng saat itu 1998-2001 masih sehat bugar dan selalu standby dengan kostum khasnya yang khusus dipersiapkan istrinya yang sangat setia. Dalam dialog dan pembacaan skrip sebelum shooting Mas Pepeng yang juga pernah tergabung dalam grup Sersan Prambors ini termasuk cerdas, cekatan dan mudah menghafal skrip yang disiapkan. Kehangatannya dengan penonton di rumah dan cara bicaranya yang santun dan bersahabat menjadikannya sosok yang hangat dan dicintai.

Allah mencintai Mas Pepeng terutama dalam menghadapi penyakitnya yang sangat jarang terjadi. Mudah-mudahan Mas Pepeng diberikan khusnul chotimah…innalillahi wa innalillahi rojiun (setiap milik Allah pada saatnya akan dipanggilNya…pada saatnya). Terima kasih Mas Pepeng…

Sumber: Iwan Permadi (Kompasiana.com)
Read More

KPI dan Kominfo Menyiapkan Raport Bagi Stasiun Televisi

2 komentar:

Raport Bagi Stasiun Telvisi dari KPI dan Kominfo

Setelah diperingatkan tentang datangnya bulan Ramadhan yang menuntut seluruh stasiun TV untuk menyajikan acara Ramadhan sekaligus memperbaiki konten siaran, nampaknya KPI membuat terobosan yang membuat stasiun TV tidak lagi seenaknya menayangkan acara TV untuk kepentingan rating tanpa memperhatikan isi tayangan televisi.

Tanggal 5 Mei lalu, KPI dan Menkominfo menyiapkan semacam rapor untuk seluruh stasiun televisi. Penyiapan rapor tersebut dilakukan bukan tanpa alasan, karena tahun depan seluruh stasiun televisi akan mengajukan perpanjangan izin siaran.


Ibaratnya, jika di sekolah, sewaktu kenaikan kelas, prestasi yang buruk menyebabkan seorang siswa tidak naik kelas. Nah, seperti itulah tujuan KPI dan Menkominfo membuat rapor televisi. Dengan rapor tersebut, akan terlihat prestasi serta pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh stasiun TV yang menjadi pertimbangan KPI, apakah stasiun TV tersebut akan dipertahankan atau tidak. Karena itulah, stasiun TV hendaknya berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pemirsa.

Nah, semua orang pasti mendambakan prestasi yang baik, kan? Begitu pula dengan stasiun TV, karena baik-buruknya kualitas stasiun TV bergantung pada banyaknya prestasi yang diraih oleh stasiun TV karena konten acaranya. Stasiun TV hendaknya menyadari makna prestasi bagi kemajuan stasiun TV dan berlomba-lomba untuk selalu menyajikan acara-acara berkualitas untuk pemirsa.

Karena banyak stasiun TV bermunculan di Indonesia, terutama TV lokal serta berjaringan, akan menimbulkan persaingan yang memunculkan rating. Tak heran jika KPI dan berbagai pihak sering mengadakan acara semacam awards untuk acara-acara TV yang dianggap bermanfaat, menginspirasi, dan edukatif.

Tujuannya, agar stasiun TV semakin memotivasi untuk menyajikan acara yang baik dan bermanfaat bagi pemirsa, agar bersaing secara sehat tanpa kehilangan esensi dari tayangan TV tersebut. Dengan kata lain, masyarakat semakin percaya dengan stasiun TV dan tidak perlu risau dengan tayangan yang mendidik di tengah buruknya kualitas tayangan televisi di Indonesia.

Jika stasiun TV dapat memperbaiki kualitas tayangan, bukan tidak mungkin, stasiun TV akan meraih prestasi di tingkat Internasional, dan bisa jadi akan menjadi stasiun televisi yang Go Internasional. Jika kesenian dan penyanyi di Indonesia saja bisa Go Internasional dan dipuji oleh banyak negara, stasiun TV di Indonesia juga seharusnya berlomba untuk menjadi stasiun TV terbaik di dunia.

Seperti yang dikatakan oleh Kompasianer Saroha Lumbanraja dalam artikelnya, Net TV, yang tanggal 18 Mei mendatang akan menginjak usianya yang ke-2 tahun, sudah menyajikan acara yang berbeda dari stasiun TV kebanyakan. Dengan terobosan Revolusi Media dan tagline Televisi Masa Kini, nampaknya Net TV menyiarkan acara yang mendidik dengan berkelas internasional. Pantas saja, dalam acara penghargaan TV tingkat Asia, Net TV berhasil mendapatkan 6 nominasi.

Tentunya, kita mengenal Bloomberg TV. Stasiun TV internasional berbasis ekonomi dan keuangan yang berkantor pusat di Amerika Serikat tersebut, dikenal karena keakuratan informasi dan kualitas tayangannya. Tak heran jika Bloomberg TV bisa Go Internasional dengan disiarkan di puluhan negara, termasuk di Indonesia.

Oleh karena itulah, hendaknya stasiun TV di Indonesia memperbaiki konten dan meningkatkan kualitas tayangan jika ingin stasiun TV-nya bisa Go Internasional. Karena tidak hanya masyarakat kita yang menyukai acara TV yang bermutu, bukan tidak mungkin masyarakat dunia akan melihat dan menilai suatu stasiun TV yang sudah Go Internasional. Sudah pasti stasiun TV di Indonesia akan bangga karena sudah mencapai suatu prestasi di tingkat internasional.

Demikianlah, semoga bermanfaat. Salam Kompasiana! Sumber berita: kpi.go.id, kompasiana.com
Read More